Posts Tagged 'cinta'

cinta di antara waktu

3

Sebuah Karya Sederhana

Cinta di Antara Waktu

Kisah Klasik Masa Depan

K a r y a

P r e n n a t a  S o h i d

1.  Tempat itu adalah Sangrila

Sungguh tidak seperti hari-hari yang lalu. SMANSA yang biasanya begitu dominan dikuasai anak-anak kelas tiga. sekarang begitu sepi. Suara ribut dari sang penguasa angkatan pun kini sudah ngga ada. Entah mereka pada pergi kemana? atau mungkin, mereka ngga akan datang hari ini? Setahuku, ijazah memang belum resmi dapat dibagikan. Terkecuali bagi mereka yang dalam waktu dekat ini akan segera berangkat ke luar Batam. Umumnya, ijazah ini mungkin masih dua atau tiga hari lagi baru resmi dapat dibagikan. Ngga kerasa waktu telah merubah segalanya, yang lama kini telah bervolusi menjadi baru. membawa kepada sebuah tantangan hidup. Rasanya baru saja kemaren, aku masuk dengan sebuah ijazah SMP. tapi sekarang waktu telah mengantarkanku dengan cepat kepada ijazah SMA. Pengalaman dan teman baru sudah siap menjemputku.

Hah, jika sudah begini. Yang ingin aku lakukan adalah. bisa bertemu dan berkumpul lagi bersama teman-teman seperjuanganku. Yah, paling tidak untuk yang terakhir kalinya sebelum aku pergi. Sejak tadi, aku memang belum melihat ada mereka satupun disini. Yang tampak hanyalah anak-anak kelas satu dan kelas dua. kulihat mereka sedang belajar dikelas. Sedangkan ruangan kelas tiga, kini semuanya kosong. Tak berpenghuni! Tak ada satu pun terdengar suara kursi yang bergeser atau ketukan-ketukan meja yang biasanya selalu terdengar ketika sedang belajar. Oh rindunya aku jika mengingat saat-saat itu. Seandainya saja di dunia ini ada alat yang dapat mengulang waktu. Pasti sudah ku ulang waktu ini. dimana aku bisa berkumpul dan tertawa lagi bersama teman-temanku.

Aku coba untuk mengelilingi seluruh lingkungan sekolah. Dengan harapan aku bisa menemukan salah satu teman dari angkatanku. Pertama, Kucoba untuk menelusuri semua ruangan kelas tiga yang ada di lantai dua. Segera tanpa pikir panjang langsung kunaiki anak tangga ke atas. setelah sampai di lantai dua yang terlihat hanyalah koridor kosong yang memanjang sampai di ujung bangunan. tak ada satupun orang yang terlihat di lantai dua ini kecuali aku. pintu-pintu kelas semuanya tertutup dan digembok aman. Kursi-kursi masih tertata rapi di dalam. Whiteboard yang biasanya penuh coretan kini bersih tak ada sekikitpun noda. Di belakang kelas terpampang lukisan dengan sebuah nama “The new Angkasa” . ya itulah nama kelasku.

Setelah puas melihat di lantai dua. akhirnya aku pun memutuskan untuk coba  telusuri ke kantin. Biasanya anak-anak kalau lagi ngga ada pelajaran atau sedang jam kosong, mereka suka nongkrong disana. Segera kulangkahkan kaki ini turun kebawah dan menuju ke arah selatan. sepanjang deretan kelas dua harus aku lewati terlebih dahulu. Karena kantin letaknya memang di belakang sekolah.

Hah, Percuma! Setelah sampai, rupanya tak juga kujumpai mereka ada di sini. Yang kulihat hanyalah meja-meja bersih yang masih kosong. sudahla! mungkin memang aku yang datangnya masih kepagian. aku pun tak mau membuang waktu begitu saja dengan memikirkan hal-hal yang tak berguna seperti ini. Lalu kuputuskan untuk segera coba mengurus ijazah saja. pikirku lumayan, jika ijazah sekarang bisa kudapatkan lebih awal. maka kedepannya aku bisa lebih santai dan aku pun pasti bisa bebas bertemu dengan Annisa. Maklum saja, karena nanti sore aku sudah harus berangkat ke Bandung dan yang jelas, ini adalah hari terakhirku untuk bisa bertemu dengannya.

Segera aku langkahkan kaki ini menuju Ruang Guru. Letaknya sejalur lurus dari pintu masuk kantin. Dari sini aku bisa melihat sampai ke ujung bangunan sekolah. Aku pun kembali melewati sederetan kelas dua yang sedang belajar. dan disebelah kiriku ada sebuah masjid yang tenang. Setiap jumat masjid ini pasti selalu ramai karena ada kajian rutin bersamanya. Sedangkan pengurus masjid sendiri adalah dari anak ROHIS. Merekalah yang selalu membuat masjid ini selalu hidup dengan acara islami.

Continue reading ‘cinta di antara waktu’

Advertisements